PESAN 6: CINTA BERGANTUNG PADA ANUGERAH PENGETAHUAN
PESAN 6: CINTA BERGANTUNG PADA ANUGERAH PENGETAHUAN
Psikologi cinta menurut Erich Fromm adalah aktivitas aktif yang dapat mendobrak tembok yang memisahkan seseorang dari teman-temannya, yang dapat menghubungkan seseorang dengan orang lain. Cinta memiliki 4 elemen yang meliputi kepedulian, tanggung jawab, rasa hormat dan pengetahuan.
Imam Al Ghazali (seorang tokoh Islam) menjelaskan bahwa hakikat cinta adalah ilmu dan penemuan. Dimana cinta mencerminkan ketika Anda mengenal dan menemukan seseorang atau sesuatu yang Anda sukai atau ingin Anda cintai.
Berdasarkan pemahaman ini, seseorang dapat memahami bahwa cinta tidak dapat dijelaskan kecuali jika seseorang mengetahui atau menemukan orang atau hal yang ingin dicintainya. Dalam hal ini, perasaan cinta seseorang juga bergantung pada pengetahuan yang dimilikinya tentang orang atau benda tersebut.
Sederhananya, Imam Al Ghazali menyebutkan bahwa formula cinta adalah ketika Anda menemukan seseorang atau sesuatu dan merasa nyaman dan damai, maka Anda telah berhasil mencintai.
Mari kita tarik definisi ini kepada kasus Arya Kamandanu dan Nariratih di episode 1 TT yang mana Arya Kamandanu tidak mengerti betul perasaan Nariratih padanya dan apa yang diharapkan gadis itu darinya. Maka apakah ia telah mencintai Nariratih? Arya Kamandanu tidak memiliki pengetahuan apapun tentang Nariratih dan perasaannya sehingga cintanya pun hanya seperti pelangi yang lewat sebentar.
Demikian pula dalam kasus Arya Kamandanu dan Mei Xin. Arya Kamandanu tidak memiliki pengetahuan bagaimana Mei Xin sungguh terpuruk karena kehilangan Lou Shisan, suaminya. Meskipun Lou telah bercerita padanya tentang latar belakang Mei Xin yang yatim piatu, namun pengetahuan itu tampak tidak meresap dalam bentuk pengertian. Hal ini tampak dari sikap Kamandanu yang ingin Mei Xin segera move on, segera menjawab pernyataan cintanya yang datang menggebu-gebu bagaikan air bah di atas alasan kasihan pada nasibnya Mei Xin. Ia bahkan berlaku cenderung kasar terhadap Mei Xin lewat kata-kata karena keinginannya itu. Ini bisa kita tangkap pada percakapan Kamandanu dengan Mei Xin di seri 83.
Lalu sekarang bagaimana dengan Sakawuni? Apakah Kamandanu memberikan kepedulian, tanggung jawab, rasa hormat kepadanya? Apakah Kamandanu mengetahui segalanya tentang Sakawuni sehingga bisa memahaminya dengan baik? Apakah Kamandanu merasakan kenyamanan dan kedamaian saat bersama Sakawuni?
Berdasarkan jalannya cerita, semua ciri-ciri bahwa Kamandanu dan Sakawuni adalah cinta sejati masuk di situ. Bagaimana Kamandanu melewati berbagai kesulitan bersama Sakawuni, bagaimana komunikasi mereka yang berjalan dengan mudahnya, bagaimana mereka saling hadir saat dibutuhkan, bagaimana mereka selalu tiba-tiba dipertemukan lagi dan lagi dengan cara yang mengagumkan. Bahkan Arya Kamandanu tahu semua detail tentang Sakawuni dari sejarah kelahirannya, alasan pengembaraannya, orang tua hingga kakeknya dan kebiasaan Sakawuni setiap harinya.
Tidak usah saya contohkan detail ceritanya di sini karena panjang ya, silahkan mendengarkan SR-nya sendiri di YouTube 🙏✌️
