TRIBUTE TO

 Selamat datang di blog Tribute to Tutur Tinular.

Blog ini didedikasikan untuk ikut melestarikan mahakarya sandiwara radio legendaris Tutur Tinular, yang booming di Indonesia pada tahun 1989–1990. Karya ini telah diadaptasi ke berbagai medium lain seperti film layar lebar, sinetron televisi, novel, hingga menjadi bahan konten kreator media sosial masa kini.

Sesuai judulnya, Tutur Tinular adalah kisah yang sarat nilai-nilai luhur yang layak dijadikan teladan dalam kehidupan. Sayangnya, dalam berbagai adaptasi dan kreasi baru, nilai-nilai tersebut sering kali bergeser bahkan terlupakan—hingga Tutur Tinular kerap disederhanakan menjadi sekadar kisah romansa datar tanpa makna.

Karena itu, blog ini dikembangkan sebagai salah satu upaya untuk ikut menghadirkan kembali versi asli dari salah satu karya sastra audio terbaik di Indonesia—lengkap dengan konteks, nilai, dan penghormatan atas para seniman kreator aslinya. Blog ini bersifat non-komersial dan netral.

Semoga keberadaan blog ini bisa menjadi secuil literasi yang bermanfaat, bernilai pendidikan dan catatan sebagian kecil perkembangan periodesasi sastra Indonesia era 80-an.

Proses kreatif sandiwara radio Tutur Tinular dimulai tahun 1986Gambar Tangkapan layar unggahan FB Carolus Ispriyono tentang awal proses produksi sandiwara radio Tutur Tinular



๐Ÿงก Ucapan Terima Kasih & Penghormatan

Melalui blog ini juga, disampaikan rasa hormat dan terima kasih sedalam-dalamnya kepada para seniman Sanggar Prativi dan Sanggar Cerita, yang telah mengkreasi karya abadi yang menginspirasi ini:

  • S. Tidjab – penulis naskah cerita

  • Carolus Ispriyono K. – sutradara & penata musik

  • Haryoko – ilustrator sampul & pemain

  • Ferry Fadli Setiadi

  • Ivonne Rose Pattiapon

  • M. Aboed

  • Elly Ermawati

  • Edi Dhosa

  • Margareth,

  • Lukman Tambose

  • Nenny Haryoko

  • Petrus Urspon

  • Idris Afandi

  • Rio Sempana,

  • Lili Nur Indah Sari

  • Hari Akik

  • Asdi Suhastra, 

  • Nusri Nurdin, 

  • Rusli Pontian, 

  • Anna Sambayon

  • Yuli Mulyana,

  • Elly Panca

  • Elly Burhan

  • Ape Burhan

  • Mario Kulon

  • Bambang Jeger,

  • Novia Mandagie

  • Beatrix Renita,

  • Fransiska,

  • dan masih banyak lagi seniman luar biasa yang turut serta bermain ataupun menjalankan proses produksi dan kreasinya yang tak dapat kami sebutkan satu per satu.


Terima kasih atas karya abadi Tutur Tinular, yang terus menginspirasi lintas generasi sejak 1989 hingga hari ini ❤️❤️❤️❤️


๐Ÿ”— Referensi & Tautan Eksternal


Halaman berikutnya: