Refleksi 4: Tanggungjawab Sempurna Seorang Ayah
ARYA KAMANDANU: AYAH YANG SEMPURNA TANGGUNGJAWABNYA
Diceritakan dalam episode 24 sandiwara radio Tutur Tinular bahwa setelah mengetahui keadaan putranya yang lahir dengan kulit bertotol-totol hitam seperti sisik naga Puspa Kresna, Arya Kamandanu merenung dan menyadari bahwa semua adalah akibat dari perbuatannya sendiri yang mencari gigitan siluman ular naga Puspa Kresna yang membuatnya memiliki kesaktian yang luar biasa.
Iapun menerima hal itu dengan **legowo** dan setelah istri tercintanya meninggal, ia memutuskan untuk **mengabdikan seluruh hidupnya** untuk membesarkan putranya seorang diri dengan pertapa di lereng gunung Arjuna.
Fakta dalam cerita, Arya Kamandanu ialah yang menurunkan sisik naga itu pada anaknya. Sebagai ayah, ia memang berkewajiban untuk mencurahkan seluruh hidupnya untuk keberhasilan anaknya di masa depan. Maka pendapat bahwa seharusnya Kamandanu kembali lagi pada Mei Xin atau menikah lagi dengan orang lain jadi terbentur pada pertanyaan, "Apakah kalau kembali lagi pada Mei Xin atau menikah akan membuatnya lulus ujian membesarkan anak yang spesial?"
Mendapatkan anugerah anak spesial apapun bentuknya adalah sebuah ujian yang sangat berat bagi orang tua. Pasangan bisa saja berpisah, tapi ikatan darah dan anak tidak akan pernah terputus. Maka penutupan alur cerita yang menyatakan Arya Kamandanu memilih untuk mencurahkan seluruh hidupnya untuk masa depan anaknya adalah hal yang **paling logis** menurut saya.
Pada kehidupan nyata, setiap ayah yang normal akan melakukannya. Banyak ayah rela bekerja berat dan kasar, dengan resiko besar bahkan dengan taruhan nyawa demi menghidupi anak-anaknya, bukan untuk kesenangan pribadinya ataupun perempuan yang diidamkannya.
Karena hidup tidak melulu tentang berpasangan, bercinta lalu bahagia karenanya. Ada tanggungjawab kehidupan yang sering kali lebih besar daripada urusan berpasangan dan bercinta yang justru membawa kebahagiaan yang lebih besar pula karena hidup menjadi lebih bermakna.
#Selamat Hari Ayah
#12November
#Salam hormat untuk semua seniman yang membesut karya hebat sandiwara radio Tutur Tinular
