Perkawinan Arya Kamandanu dan Sakawuni
PERKAWINAN ARYA KAMANDANU DAN SAKAWUNI
Maka demikianlah hari telah dipilih tepat sang surya muncul di ufuk timur, hari Respati, wulan Waisaka, wuku Landhep (tahun 1297).
Arya Kamandanu dan Sakawuni menjalankan upacara perkawinan di depan dua orang pendeta mereka adalah pimpinan agama di waktu itu. Mereka adalah Dang Acarya Ring Kasogatan dan Dang Acarya Ring Kasaiwan.
Gambar ilustrasi upacara perkawinan Arya Kamandanu dan Sakawuni di hadapan Sang Acarya Ring Kasogatan dan Dang Acarya Ring Kasaiwan, sumber: chatgpt
Sakawuni sampai meneteskan air mata ketika tangannya dipersatukan dengan tangan Arya kamandanu, diikat erat dengan tali suci milik sang pendeta. Arya Kamandanu sendiri merasa terharu sekali, bibirnya gemetar ketika mengucap sumpah setia kepada calon istrinya. Minyak wangi ditaburkan di atas rambut mereka, setanggi dibakar dan asapnya mengharumkan seluruh ruangan upacara.
Semua datang dari Yang Maha Kuasa. berkatilah kami, berkatilah pengantin kami, Ooo Batara Syiwa.
Hadirin : Semua datang dari Yang Maha Kuasa, berkatilah kami, berkatilah pengantin kami, Ooo Batara Syiwa.
Berkatilah kami suburkanlah perempuannya dan perkasalah lelakinya, jadilah pasangan yang selaras untuk selama - lamanya.
Gb. Ilustrasi upacara perkawinan Arya Kamandanu dan Sakawuni diumumkan di hadapan rakyat Majapahit, sumber: chatgpt
Terdengar pukulan kentongan
Tung tung tung,,,
Gambar ilustrasi kepala desa Pasuruan Satu mengumumkan perkawinan Arya Kamandanu dan Sakawuni, sumber: chatgpt
Kepala desa Pasuruan Satu :
"Tenang saudara-saudara, tenang semuanya. Sekarang dengar baik-baik, hari ini adalah hari bahagia. Hari ini kita wajib mengucapkan syukur kepada para Dewa yang telah menurunkan rahmatnya kepada dua orang pimpinan prajurit Majapahit.
Dengar saudara-saudara, tadi pagi di Istana Majapahit telah dilangsungkan upacara perkawinan antara Gusti Arya Kamandanu dan Nini Sakawuni, kita warga desa Pasuruan satu diwajibkan ikut bahagia, ikut bergembira menyambut hari bahagia ini, bukan hanya desa Pasuruan Satu tapi juga desa-desa yang lain, seluruh desa yang bertebaran di seluruh Majapahit, merasa wajib ikut bergembira. Setiap rumah harus memasang janur sebagai penghormatan terhadap kedua mempelai. Dan bagi yang gemar tontonan,, Nah ini kesempatan paling baik selama 3 hari 3 malam di alun-alun Majapahit disediakan tontonan bermacam-macam. Ada tari-tarian, ada pencak silat, ada dagelan, ada sandiwara daerah, aduan sapi, topeng monyet, sulap dan masih banyak yang lain. Siapa saja boleh datang menonton tinggal pilih tontonan apa yang disukai."
Tung tung tung,,,
"Nah saudara-saudara, jangan lupa pasang janur dan selanjutnya marilah kita doakan agar kedua mempelai tetap rukun selamanya. Demikian, terima kasih."
Tung tung tung terdengar kentongan dipukul lagi,,,


